Pura Uluwatu: Sejarah Dan Keindahan Alam Yang Memikat, Simak!

Pura Uluwatu

Salah satu ikon wisata religi terkenal di pulau Bali yaitu Pura Uluwatu. Pura ini terletak di tebing dengan ketinggian 70 meter di atas Samudra Hindia. Pura ini menawarkan keindahan alam yang sangat spektakuler dan nilai sejarah yang mendalam.

Tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah agama Hindu, pura ini juga menjadi salah satu tempat favorit wisatawan Bali. Untuk itu, simak sejarah dan keindahan alam yang memikat di Pura Uluwatu ini. Yuk sekarang!

Sejarah Dibalik Pura Uluwatu

Pura Uluwatu

Nama “Uluwatu” berasal dari dua kata dalam bahasa setempat: “ulu,” yang berarti ujung atau puncak, dan “watu,” yang berarti batu. Oleh karena itu, Pura ini merujuk pada tempat suci yang dibangun di puncak tebing batu karang.

Sejarah pendiriannya memiliki dua versi. Pendapat pertama menyebutkan bahwa pura ini didirikan oleh Mpu Kuturan pada masa pemerintahan Marakata, yang sezaman dengan Raja Airlangga di Jawa Timur. Dalam Lontar Usana Bali, Mpu Kuturan diketahui mendirikan banyak pura di Bali, termasuk Uluwatu.

Pendapat kedua menghubungkan pembangunan pura ini dengan Dang Hyang Nirartha dari Kerajaan Daha (Kediri), Jawa Timur. Ia dikatakan tiba di Bali pada tahun 1546 Masehi, saat pemerintahan Dalem Waturenggong, dan dipercaya sebagai pendiri Pura Uluwatu di Bukit Pecatu.

Setelah melakukan perjalanan spiritual di Bali, ia kembali ke Pura Uluwatu dan mencapai moksa—proses meninggalkan dunia fana menuju swargaloka (surga). Peristiwa ini menjadi alasan penambahan kata “Luhur” pada nama Pura Luhur Uluwatu.

Keindahan Alam Yang Menakjubkan

Pura Uluwatu

Selain memiliki nilai sejarah yang tinggi, Pura ini juga terkenal karena keindahan alamnya yang menakjubkan. Terletak di atas tebing curam, pura ini menjadi salah satu lokasi terbaik untuk menyaksikan matahari terbenam di Bali. Di sini Sobat DTT akan menikmati keindahan alamnya dengan tenang.

Dari sini, pengunjung bisa melihat deburan ombak besar yang menghantam bebatuan karang, menciptakan panorama yang begitu spektakuler dan menawan. Di sekitar pura, terdapat hutan kecil yang menjadi habitat bagi kawanan kera liar. Meskipun tampak lucu, wisatawan perlu waspada karena kera-kera ini kerap mengambil barang milik pengunjung.

Selain itu, di sini juga ada pertunjukan Tari Kecak yang digelar setiap sore menjelang matahari terbenam. Tarian ini menggambarkan kisah Ramayana dan dibawakan oleh puluhan pria yang duduk melingkar sambil melantunkan suara ritmis “cak cak cak” secara serempak. Keunikan pertunjukan ini semakin terasa dengan latar belakang langit senja yang menambah keindahan suasana.

Sekian pembahasan mengenai manfaat dan daya tarik Pura Uluwatu di Bali. Sobat DTT tidak hanya bisa melakukan ibadah, juga menikmati keindahan yang ditawarkan di sini. Jadi tunggu apa lagi, yuk berkunjung ke Bali sekarang!